Press "Enter" to skip to content

TAFSIR SURAT YASIN (AYAT 59 – 64)

2

Lanjutan Terjemah TAFSIR SURAT YASIN (AYAT 58) karya Syekh Hamami Zada, semoga derajat beliau bersama leluhur dan keturunanya ditinggikan oleh Alloh SWT. Aamiin

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

Bismillâĥirrohmânirrohîm

اَللّهُمَّ صَلِّ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ

Allôĥumma Sholli Âlâ Sayyidinâ Muhammad, Allôĥumma Sholli Âlâyĥi wa Sallim

TAFSIR SURAT YASIN AYAT 59

وَامْتٰزُوا اْليَوْمَ أَيُّهَا اْلمُجْرِمُوْنَ.

Wamtâzul Yawma Ayyuĥal Mujrimûn[a].

(59) Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir), “Berpisahlah kamu (dari orang-orang yang beriman) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat!”

Ketika segala bentuk pertanyaan dan hisab (perhitungan amal perbuatan) pada hari kiamat telah selesai, para malaikat menggiring manusia untuk dipisahkan. Lalu datang perintah dari Allah SWT, “Berpisahlah kamu (dari orang-orang yang beriman) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat!

Al-Dlahhak mengatakan bahwa setiap orang kafir memiliki rumah di neraka. Mereka masuk ke dalam rumah itu, dan dikuncilah pintunya dengan api. Mereka berada di sana untuk selamanya, tidak bisa melihat dan dilihat siapa pun.

Artinya, Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang berbuat jahat, kalian telah bersama-sama dengan orang-orang yang beriman di dunia, di dalam kubur, dan di hari kiamat. Sekarang, berpisahlah kalian dari orang-orang soleh, karena tempat kalian adalah neraka dan tempat mereka adalah surga. Kalian tidak bisa melihat mereka untuk selamanya.”

Ketika orang-orang yang berbuat jahat itu mendengar perkataan tadi, mereka berada dalam kebingungan. Kemudian datang malaikat Zabaniyah, memisahkan mereka dari orang-orang soleh seperti memisahkan burung dari belalang. Maka ketika itu, berpisahlah para sahabat, orang tua dengan anaknya, suami dengan isterinya, saudara dengan saudara lainnya. Ketika orang-orang yang berbuat jahat itu menyaksikan keadaan seperti itu, mereka menangis tiada tara sambil berteriak, “Aduh celaka dan ruginya kami.”

Mereka pun meminta kepada malaikat Zabaniyah, “Wahai malaikat Zabaniyah, biarkanlah kami sebentar untuk melihat saudara-saudara kami.”

Dengan izin Allah SWT, mereka pun bisa bertemu kembali dengan saudara-saudaranya untuk sekedar berpelukan sambil menangis selama 40 tahun, terkadang mereka seperti orang gila tetapi kemudian seperti orang yang berakal kembali. Setelah itu, ada yang berteriak, “Berpisahlah kalian orang-orang yang berbuat jahat dari orang-orang yang beriman pada hari ini!” Lalu para penghuni neraka memisahkan diri mennuju bagian kiri, yaitu jalan menuju neraka, sedangkan orang-orang yang beriman ke bagian kanan, yaitu jalan menuju surga.

Diriwayatkan dalam sebuah atsar (perkataan sahabat Rasulullah SAW) bahwa ada tiga golongan ahli neraka, yaitu orang tua, pemuda, dan wanita. Rombongan orang tua memimpin di depan, diikuti oleh rombongan pemudan, dan terakhir rombongan wanita. Ketika neraka Jahannam telah dekat, mereka pun meminta kepada malaikat Zabaniyah untuk membiarkan mereka sebentar meratapi diri mereka sendiri. Malaikat Zabaniyah pun mengizinkan, dan mereka pun menangis dengan tangisan yang memilukan hingga air mata mereka bagaikan lautan yang bisa diarungi kapal.

TAFSIR SURAT YASIN AYAT 60

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يٰبَنِيْۤ ءَادَمَ أَنْ لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطٰنَ إِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ.

Alam A’ĥad Ilaykum Yâbanii Âdama An(l) Lâ Ta’budusy Syaithôna Innaĥû Lakum ‘Aduwwun(m) Mubîn(un)

(60) Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syetan. Sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu.

Bukankah Allah SWT telah memerintahkan manusia untuk tidak mengikuti syetan dengan melakukan maksiat kepada-Nya dan supaya tidak mengerjakan apa yang dikatakan syetan? Semua bentuk pernyataan bahwa syetan itu musuh sangatlah jelas bagi semua manusia.

TAFSIR SURAT YASIN AYAT 61

وَأَنِ اعْبُدُوْنِيْ هٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيْمٌ.

Wa Ani’budûnî Ĥâdzâ Shirôtun(m) Mustaqîm[un].

(61) dan hendaklah kamu menyembah-Ku; inilah jalan yang lurus.

Bukankah Allah SWT telah memerintahkan manusia untuk selalu taat kepada-Nya? Karena keselamatan mereka tergantung kepada ketaatan kepada-Nya.

TAFSIR SURAT YASIN AYAT 62

وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلًّا كَثِيْرًا أَفَلَمْ تَكُوْنُوْا تَعْقِلُوْنَ.

Walaqod Adholla Min(g)kum Jibillan(g) Katsîron Afalam Takûnû Ta’qilûn[a].

(62) Sesungguhnya syetan itu telah menyesatkan sebagian besar di antaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan?

Yang dimaksud dengan kata Jibil adalah makhluk atau golongan, artinya bahwa syetan telah menyesatkan sebagian besar makhluk atau golongan umat manusia, sehingga mereka semua keluar dari jalan kebenaran menuju kebathilan. Bukankah telah datang kepada manusia berita tentang kehancuran banyak umat terdahulu karena kepatuhan mereka kepada Iblis?

TAFSIR SURAT YASIN AYAT 63-64

هٰذِهٖ جَهَنَّمُ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ. ٱصْلَوْهَا اْليَوْمَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ.

Ĥâdzihii Jahannamul Latî Kun(g)tum Tû’adûn[a]. (I)shlawĥal Yawma Bimâ Kun(g)tum Takfurûn[a].

(63) Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya). (64) Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.

Perkataan ini diucapkan ketika para penghuni neraka telah sampai di pintu neraka. Kemudian diucapkan kepada mereka, “Masuklah ke neraka Jahannam ini karena kekufuran kalian dan penyembahan kalian kepada berhala di dunia.” Namun orang-orang kafir menolak mereka disebut kufur dan mengikuti syetan, mereka berkata, “Demi Allah, Wahai Tuhan kami, kami tidaklah berbuat musyrik.”

Bersambung …

  1. Semoga menjadi ladang amal untuk pembuat blog ini

    • Dede Sambas Kustiawan Dede Sambas Kustiawan

      aamiin, semoga bermanfaat, terima kasih atas doanya, semoga diberi kemudahan dan keberkahan…

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: