Press "Enter" to skip to content

DOA KETIKA TELINGA BERDENGUNG

0

Pernahkah telinga kita berdengung? Apa yang seharusnya kita lakukan? Simak penjelasannya di bawah ini. Semoga bermanfaat…

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

Bismillâĥirrohmânirrohîm

اَللّهُمَّ صَلِّ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ

Allôĥumma Sholli Âlâ Sayyidinâ Muhammad, Allôĥumma Sholli Âlâyĥi wa Sallim

Mungkin kita semua pernah mengalami munculnya suara “ngung” di telinga kita, atau kata lainnya berdengung. Kenapa ini terjadi? Alasan pastinya mungkin kita tidak tahu, dan ternyata keadaan seperti ini merupakan hal yang wajar, bahkan tidak hanya dialami orang-orang sekarang saja.

Sebagai orang Islam, kita dianjurkan untuk berdoa ketika mengalami keadaan seperti itu. Imam Muhyiddin Abi Zakariya bin Syaraf al-Nawawi al-Dimasyqi atau yang lebih dikenal dengan Imam Nawawi RA (lahir tahun 631 H dan wafat tahun 676 H) dalam kitab al-Adzkaar al-Nawawiyah halaman 260 menyatakan bahwa ketika telinga kita berdengung maka dianjurkan untuk berdoa sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا طَنَّتْ أُذُنُ أَحَدِكُمْ فَلْيَذْكُرْنِيْ وَلْيُصَلِّ عَلَيَّ وَلْيَقُلْ: ذَكَرَ اللهُ بِخَيْرٍ مَنْ ذَكَرَنِيْ.

“Rasulullah SAW bersabda : Jika telinga salah seorang diantara kalian berdengung maka hendaklah dia mengingatku dan bershalawat kepadaku, kemudian ucapkan : Dzkarolloohu bikhoirin man dzakaronii (semoga Alloh membalas kebaikan pada orang yang mengingatku).”

Hal senada juga disampaikan oleh Hujjatul Islam al-Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad al-Ghazali atau yang lebih dikenal dengan Imam Ghazali RA (lahir tahun 450 H dan wafat tahun 505 H) dalam kitab Ihya Ulumiddin juz I halaman 329:

إِذَا طَنَّتْ أُذُنُكَ فَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقُلْ ذَكَرَ اللهُ مَنْ ذَكَرَنِيْ بِخَيْرٍ

“Jika telinga kamu berdengung, maka bershalawatlah kepada Nabi Muhammad SAW dan ucapkan : Dzakarolloohu man dzakaronii bikhoirin (Semoga Alloh membalas orang yang mengingatku dengan kebaikan).”

Dari dua penjelasan di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa ketika telinga kita berdengung maka kita dianjurkan untuk membaca shalawat:

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

“Aloohumma Sholli ‘Alaa Sayyidinaa Muhammad, Wa ‘Alaa Aali Sayyidinaa Muhammad”

Kemudian mendoakan orang yang sedang mengingat kita dengan kebaikan. Redaksinya boleh menggunakan seperti yang disampaikan Imam Nawawi RA ataupun Imam Ghazali RA, ataupun dengan bahasa kita sendiri.

Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan